Tips Pemupukan Cabe Jamu: Buat Pupuk Sendiri dengan Mudah
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Sobat Petani Cabe Jamu di seluruh Indonesia!
Saya harap kalian semua dalam keadaan sehat dan sejahtera.
Hari ini, saya ingin berbagi informasi tentang cara melakukan pemupukan untuk cabe jamu menggunakan pupuk buatan sendiri. Mari kita simak langkah-langkah pembuatannya dalam video berikut ini.
Terima kasih kepada teman-teman yang sudah subscribe channel ini.
Dukungan kalian membuat kami semakin semangat untuk terus berbagi informasi seputar tanaman cabe jamu. Agar cabe jamu dapat berbuah lebat dan terus berproduksi, pemupukan yang rutin sangat diperlukan.
Pemupukan Cabe Jamu
Saya menggunakan pupuk dari kotoran kambing yang dipadukan dengan bahan-bahan lainnya. Apa saja bahan yang dibutuhkan dan bagaimana cara membuatnya? Mari kita ikuti langkah-langkahnya.
Bahan-Bahan yang Diperlukan:
- Ember plastik atau drum bekas (saya menggunakan timba besar).
- Kotoran hewan dari sapi atau kerbau yang masih segar (satu timba besar).
- Sulfok (1 liter).
- NPK Mutiara (1 kg).
- Pupuk Ponska Plus (5 kg).
- Kapur hidup (2 kg).
- Air (30 liter).
Langkah-Langkah Pembuatan Pupuk untuk Cabe Jamu:
Persiapan Air dan Wadah:
- Siapkan timba besar atau drum plastik yang akan digunakan sebagai wadah untuk mencampur bahan-bahan.
- Masukkan 20 liter air bersih ke dalam wadah tersebut. Pastikan air yang digunakan tidak tercemar bahan kimia atau kotoran lainnya.
Penambahan Kotoran Sapi:
- Tambahkan kotoran sapi atau kerbau yang masih segar ke dalam air. Pastikan kotoran yang digunakan belum terlalu kering atau terurai.
- Aduk campuran tersebut dengan menggunakan alat pengaduk yang kuat, seperti kayu panjang atau batang besi. Aduk hingga kotoran sapi tercampur rata dengan air, sehingga tidak ada gumpalan besar yang tersisa.
Penambahan Kapur Hidup:
- Masukkan kapur hidup sebanyak 2 kg ke dalam campuran air dan kotoran sapi.
- Aduk campuran tersebut secara terus-menerus. Kapur hidup akan mulai bereaksi dengan air dan kotoran, menghasilkan buih dan panas. Ini adalah reaksi normal yang menandakan kapur sedang bekerja untuk menetralkan pH dan membunuh bakteri patogen yang mungkin ada dalam kotoran sapi.
- Lanjutkan pengadukan selama 10-20 menit, hingga campuran mulai mendingin dan kapur larut sepenuhnya.
Istirahatkan Campuran:
- Setelah proses pengadukan selesai, biarkan campuran tersebut beristirahat selama 20-30 menit. Ini memberikan waktu bagi kapur untuk bereaksi sepenuhnya dan untuk campuran menjadi lebih stabil sebelum ditambahkan bahan lainnya.
Penambahan NPK dan Pupuk Ponska:
- Setelah campuran didiamkan, tambahkan NPK Mutiara sebanyak 1 kg. NPK akan menyediakan unsur nitrogen, fosfor, dan kalium yang penting untuk pertumbuhan cabe jamu.
- Selanjutnya, tambahkan pupuk Ponska Plus sebanyak 5 kg. Pupuk ini mengandung nutrisi tambahan yang akan mendukung pertumbuhan tanaman dan meningkatkan hasil buah.
- Aduk campuran hingga kedua pupuk tersebut merata dalam larutan.
Penambahan Sulfok:
- Tambahkan sulfok sebanyak 400 ml ke dalam campuran. Sulfok berfungsi sebagai bahan tambahan yang dapat membantu dalam pencegahan penyakit tanaman dan meningkatkan daya tahan tanaman terhadap kondisi lingkungan yang kurang baik.
- Aduk kembali hingga semua bahan tercampur dengan baik.
Penambahan Air Tambahan:
- Untuk melengkapi campuran, tambahkan lagi 10 liter air bersih ke dalam wadah. Ini akan membuat total volume air menjadi 30 liter.
- Aduk campuran tersebut secara merata hingga semua bahan larut dan tercampur sempurna. Pastikan tidak ada endapan yang tersisa di dasar wadah.
Fermentasi dan Penyimpanan:
- Tutup rapat wadah yang berisi campuran pupuk. Biarkan campuran tersebut berfermentasi selama 2-3 hari. Proses fermentasi ini akan meningkatkan efektivitas pupuk saat diaplikasikan ke tanaman cabe jamu.
- Simpan pupuk di tempat yang teduh dan sejuk selama proses fermentasi. Pastikan wadah tidak terkena sinar matahari langsung atau hujan.
Opsional: Penambahan E4 dan Molase:
- Jika diinginkan, teman-teman dapat menambahkan E4 dan molase ke dalam campuran untuk meningkatkan kandungan mikroorganisme yang bermanfaat dan gula alami yang dapat mempercepat pertumbuhan tanaman. Namun, jika tidak ditambahkan, pupuk tetap akan berfungsi dengan baik.
Setelah proses fermentasi selesai, pupuk siap digunakan untuk tanaman cabe jamu. Aplikasikan pupuk ini secara teratur untuk memastikan tanaman mendapatkan nutrisi yang cukup dan terus berbuah sepanjang tahun.
Comments
Post a Comment